Koperasi Simpan Pinjam, Alternaif Pendanaan Selain Bank

Dalam hidup kita memiliki banyak kebutuhan. Ada kebutuhan sehari-hari yang sifatnya primer dan ada juga kebutuhan lain yang bersifat secondary atau sekunder. Bahkan, dalam ilmu ekonomi dikenal pula kebutuhan tersier. Sayangnya, dalam mengkategorikan kebutuhan-kebutuhan tersebut seringkali kita kabur dalam menentukan batas-batasnya. Memang tantangan terberat dalam mengatur penggunaan penghasilan adalah memprioritaskan needs dibandingkan want.

Koperasi Simpan Pinjam, Alternaif Pendanaan Selain Bank

Celakanya, jangan-jangan kita lebih banyak menghabiskan penghasilan kita pada sektor want dibanding needs. Bagaimana jika tiba-tiba kebutuhan yang mendesak atau darurat muncul disaat kita sedang bingung soal kebutuhan yang masih banyak belum terpenuhi. Semakin bingung menentukan prioritas bukan?. Tapi, anda tidak perlu bingung. Selain Bank atau Pegadaian, dimana seringkali bunganya memberatkan atau persyaratannya sulit, anda kini juga dapat meminjam uang di Koperasi. Wah, pasti tidak terpikirkan oleh anda bukan?. Lalu, bagaimana cara pinjam uang di koperasi?

Cara pinjam uang di koperasi sangat mudah, anda cukup datang ke koperasi terdekat di daerah anda. Carilah info pada tetangga, keluarga, atau searching di web. Pastikan juga kejelasan dan riwayat lembaga koperasi tersebut. Jangan sampai anda memilih koperasi yang abal-abal dan malah tertipu. Begitu sudah yakin, anda dapat segera menuju koperasi tersebut dan utarakan saja pada karyawan yang berjaga tujuan anda dengan sejujurnya. Pasti anda akan langsung mendapatkan pemaparan dengan baik mengenai sistem koperasi tersebut dalam hal peminjaman uang, seperti alur, jumlah maksimum, dan durasi peminjamannya. Sangat disarankan anda menjaga kejujuran tentang kemampuan anda sebagai peminjam, kejelasan rencana anda, dan kalau bisa sekalikan saja anda buat relasi baru dengan koperasi tersebut dengan menjadi anggota tetap. Ingatlah bahwa koperasi bersifat kekeluargaan, jadi jangan sungkan-sungkan atau ragu untuk mengutarakan semuanya termasuk bertanya bila ada yang kurang anda mengerti terkait dengan sistem peminjaman.

Memang biasanya, untuk anggota baru koperasi tidak dapat memberikan pinjaman yang terlalu besar. Tiap koperasi berbeda kebijakan mengenai hal ini. Hal ini disebabkan karena koperasi berbeda dengan Bank yang sudah dapat memprediksikan anda hanya melalui riwayat kredit anda. Di koperasi, anda dan pengurus adalah orang yang tak saling kenal dan tak tahu latar belakang satu sama lain. Sehingga, koperasi harus mengenali anda terlebih dahulu, dengan cara berhati-hati dalam memberikan pinjaman. Bila anda tepat waktu membayar kembali pinjaman tersebut, besar kemungkinan di lain waktu anda akan mendapatkan pinjaman yang lebih besar. Ingat, asas kekeluargaan dan saling percaya yang dianut koperasi.  Oleh karenanya, sangat direkomendasikan bila anda mempunyai kerabat atau kenalan anggota koperasi tersebut yang mengerti tentang seluk beluk anda, maka, biasanya pinjaman yang akan anda dapat akan lebih besar dan prosesnya akan lebih cepat

Setelah tahap pengenalan dan pemaparan, anda tinggal menyiapkan segala persyaratan administrasi untuk menjadi anggota. Biasanya yang diminta adalah fotokopi KTP dan fotokopi Kartu Keluarga. Pada saat pencairan dana kredit atau pinjaman, biasanya yang dicairkan hanya 90% dana dari total yang disepakati. Sementara itu sisa 10%-nya akan dimasukkan ke dalam tabungan anggota. Tabungan ini  hanya bisa diambil saat anda melakukan pelunasan pinjaman. Kemudian, tentunya jangan lupa membayar pinjaman anda. Bila selama dalam jangka waktu yang disepakati anda belum mampu membayar lunas, maka anda bisa membayar dalam bentuk cicilan.

Demikianlah cara pinjam uang di koperasi. Semoga anda kini tidak bingung lagi dan artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi anda untuk mencari tempat meminjam uang. Semoga bermanfaat!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar